Arif Rachmat: Membangun Bisnis Sama dengan Membangun Keluarga

PT Triputra Agro Persada dikenal sebagai salah satu perusahaan penghasil crude palm oil terbesar di Indonesia. Perusahaan yang pada awalnya didirikan oleh pengusaha Teddy P. Rachmat tersebut kini memiliki lahan lebih dari 160.000 hektar (ha).

Adalah Arif Rachmat, putra Teddy, CEO PT Triputra Agro Persada yang memulai bisnis dari sumber penghasilan negara tertinggi ini. Berawal dari menerima bisnis yang menantang dari sang kakak, Arif pun memulai usaha kelapa sawit.

Tinggal selama kurang lebih 15 tahun di Amerika bukan berarti ia melupakan tanah air. Rasa rindu tanah air pun membulatkan tekadnya untuk kembali ke Indonesia dan hal tersebut terwujud pada tahun 2005. Arif kemudian memilih untuk mengembangkan industri agrikultur, salah satu dari empat bidang yang menjadi lini usaha perusahaan Triputra selain pertambangan, manufaktur dan perdagangan.

Bagi Arif, membangun bisnis sama dengan membangun keluarga. Hal tersebut dituturkan Arif dalam sebuah sesi wawancara dengan Berita Satu.

“Kami disadarkan bahwa taraf hidup kami sudah cukup mapan. Kami dapat makan tiga kali sehari, tetapi banyak sekali orang yang belum cukup,” tutur Arif. “Hidup kami di dunia mesti excellent supaya orang lain mendapatkan berkahnya. Itu memberikan misi dalam hidup kami bahwa kami harus bekerja keras,” lanjutnya.

Hal tersebut diaplikasikan Arif dalam perusahaannya. Hingga saat ini ia memperkerjakan 25.000 karyawan. Sebagian besar karyawan Triputra merupakan orang lokal dan dari Pulau Jawa serta kebanyakan dari akar rumput.

Selain itu, perusahaan yang ia pimpin memiliki sekolah training di Kalimantan untuk level staf sejak 7-8 tahun lalu. Sekolah pelatihan tersebut diperuntukan bagi staf level asisten dan asisten lapangan. Langkah ini diambilnya sebagai sebuah solusi untuk menjawab kekurangan tenaga kerja ahli.

Dalam membangun usaha, Arif juga sangat memegang prisnip yang ditanamkan oleh sang ayah. ‘Business first, family second’. Ungkapan tersebut berarti bahwa sebagai pemilik usaha, mereka tidak memilih untuk memperkaya diri, namun tetap melakukan segala sesuatunya dengan profesional. Yang terpenting adalah kesejahteraan perusahaan termasuk kesejahteraan bagi karyawan yang telah bekerja dengan baik untuk membangun perusahaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *