Arti Menjadi CEO Bagi Arif Rachmat

Arif Rachmat telah menjadi CEO PT Triputra Agro Persada Group saat usianya menginjak 40 tahun. Prestasinya dalam membangun perusahaan kemudian menjadikan dirinya satu dari sekian businessman yang berhasil menyabet penghargaan Indonesia Most Admired CEO 2017. Arif pun memaparkan tugas paling esensial dari seorang CEO pada Investor Daily.

“Tugas saya sebagai CEO menarik karena saya juga anak pemilik. Pak Teddy (Theodore ‘Teddy’ P. Rachmat) punya empat values yang perlu ditanamkan di perusahaan, yaitu integrity, excellent, compassion, dan tetap rendah hati,” papar Arif seperti dikutip dari Berita Satu.

Arif menjelaskan, dalam menerapkan values, tidak ada cara lain kecuali memberikan contoh. “Saya tidak bisa bilang ke anak buah harus melakukan team work yang baik, tetapi di jajaran direksi kami malah cekcok. Jadi, saya tahu dari awal bahwa perusahan ini harus mandiri tanpa saya. Saya kemudian memberikan kepercayaan sebesar-besarnya kepada manajemen,” tuturnya.

Namun katanya, sebagai pemilik ada beberapa hal yang tidak boleh dia delegasikan, yaitu values, bagaimana nilai-nilai ditanamkan kepada perusahaan. “Kedua, strategic thinking dan networking. Networking dengan tepat membuat saya mendapatkan esensinya dengan tepat, sehingga strategi perusahaan bisa saya jalankan dengan baik,” terang Arif.

“Ketiga, allocation resources. Dalam hal ini bukan hanya capital allocation, tetapi juga human resources. Saya menghabiskan sebagian besar waktu saya di sini untuk men-develop dan membangun sumber daya manusia (SDM),” jelasnya.

Sang ayah banyak menanamkan nilai-nilai luhur sehingga langkah Arif dalam berbisnis pun semakin mantap.

Business first, family second adalah salah satu ungkapan yang dicetuskan oleh Teddy Rachmat dan dipegang teguh oleh anak-anaknya. Maksudnya adalah, jangan sampai uang diambil seenaknya oleh pemegang saham atau ada keluarga yang tidak kompeten tetapi memiliki jabatan di perusahaan.

“Ayah saya mengajarkan agar tidak mengoleksi barang mewah, tetapi mengoleksi orang-orang bagus. Dia selalu mengistilahkan hal tersebut sebagai emotional bank account, sehingga kami harus menjalin relationship yang baik dengan karyawan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *