Bertaruh, Jatuh-Bangun Demi Kelapa Sawit Indonesia

Nama Arif Rachmat menjadi salah satu dari sekian CEO yang menyabet  Indonesia Most Admired CEO 2017. CEO dari PT Triputra Agro Persada Group ini sempat tinggal di Amerika Serikat sekitar 15 tahun, kemudian kembali ke tanah air pada tahun 2005.

Bermodal pengalaman kerja di perusahan elektronik General Electric (GE) Amerika, lulusan Cornell University, Amerika Serikat (AS) itu membangun usaha bersama sang ayah sehingga PT Triputra Agro Persada kini menjadi salah satu perusahaan besar yang bergerak di industri sawit Indonesia.

Perjalanan merintis Triputra tidaklah mudah. Theodore Permadi Rachmat, ayah Arif bahkan merintis perusahaan tersebut saat krisis keuangan pada 1998 memuncak hingga akhirnya memutuskan untuk menjual perusahaan pembiayaan ke salah satu bank. Dana tersebut kemudian digunakan untuk investasi di pertambangan hingga akhirnya ia sukses membangun Triputra Group.

Seperti dikutip dari Detik Finance, pengusaha yang akrab dengan panggilan Teddy tersebut mengisahkan. “Semua kan lagi ambruk 1998, saya bisa bikin besar Adira Finance. Saya jual ke Danamon saya dapat uang ini bet (taruhan) pertama. Bet kedua, cuma dimasukin ke Adaro jadi besar. Hasilnya saya masukin ke TAP (Triputra Agro Persada) bikin kebun. Hanya itu saja, tiga bet jadilah Triputra,” kisah Teddy.

Arif Rachmat juga menuturkan bagaimana kerja keras ia dan ayahnya tidak mudah dan sempat mengalami sedikit kendala. Penyebabnya pun beragam, mulai dari soal lahan tambang hingga lahan untuk perkebunan sawit yang kurang layak. “Investasi di mining ternyata tambangnya tidak sesuai. Sama di sawit beli lahan ternyata lahannya peruntukannya bukan untuk sawit. Mungkin jatuh bangunnya di situ,” tutur Arif.

Bagi Arif, tinggal selama kurang lebih 15 tahun di Amerika bukan berarti ia melupakan tanah air. Rasa rindu tanah air pun membulatkan tekadnya untuk kembali ke Indonesia dan hal tersebut terwujud pada tahun 2005. “Dalam hati kecil, muncul pertanyaan, apa yang bisa saya kontribusikan untuk Indonesia?” ujarnya seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id.

Arif kemudian memilih untuk mengembangkan industri agrikultur, salah satu dari empat bidang yang menjadi lini usaha PT Triputra Agro Persada selain pertambangan, manufaktur dan perdagangan. Dan salah satu yang menjadi fokus Arif kemudian adalah industri kelapa sawit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *