CEO Triputra Agro Persada: Bangun Ketahanan Pangan Dan Energi dari Sawit

Arif Rachmat yang merupakan CEO dari PT Triputra Agro Persada menyebutkan, industri kelapa sawit telah menjadi andalan pemerintah dalam menggerakkan sektor perekonomian. Dirunut dari sektor energi, kelapa sawit dapat diolah menjadi biodiesel sebagai sumber bahan bakar transportasi. Biodiesel mengatasi masalah ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

Melansir laman sawitindonesia.com, karakteristik perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah terpencil (remote area) menjadikan industri sawit berhubungan langsung dengan masyarakat. Menurut Arif, hal ini berdampak positif bagi pembukaan lapangan kerja serta pengentasan kemiskinan.

“Sawit punya efek besar di bidang ketahanan pangan dan energi. Selain membantu mengurangi angka kemiskinan,” tutur Arif yang merupakan lulusan Cornell University di bidang Operations Research and Industrial Engineering pada 18 Januari 2016 lalu.

Menurutnya, pada 2016, industri sawit menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan suplai dan permintaan. “Kita semua tahu harga komoditi sedang lesu karena tidak seimbangnya supply demand.”

Solusinya adalah mengoptimalkan program mandatori biodiesel. Arif optimis apabila mandatori berjalan baik akan menyeimbangkan suplai dan permintaan sawit termasuk harga.

“Saya percaya setiap dolar yang dikutip untuk CPO Fund maka industri akan menerima manfaatnya hingga tiga sampai empat kali lipat. Disini, ada peran multistakeholder seperti dari buyer, supplier, user semua harus berkomitmen,” tandasnya.

Sehubungan kebakaran lahan, Arif berpendapat perlu keterlibatan semua pemangku kepentingan untuk mencegah bencana tahunan ini. Teknologi yang canggih tentu dapat bermanfaat dan berperan penting dalam pengawasan titik panas di lokasi perkebunan.

“Tiap hari, laporan hotspot sampai produksi buah di kebun masuk ke e-mail saya. Ketika titik hotspot muncul, kami langsung mengirim tim ke lapangan,” tukasnya.

Sementara itu, program lain perusahaan adalah desa bebas api. Melalui program ini, perusahaan melibatkan masyarakat dalam menjaga wilayahnya dari api. Arif mengatakan desa yang dapat menekan titik api diberikan insentif.

“Di Triputra Agro Persada ini tidak ada satupun lahan kami yang bermasalah, bisa dilihat bahkan kita program di Jambi. Sampai bupati ikut partisipasi. Seperti yang saya bilang ini bagian pendekatan multistakeholder dan kolaborasi semua pihak,” bebernya kemudian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *