Indonesia Pemasok Sawit Terbesar di Rusia Sejak Zaman Soekarno

Sejak pertengahan 2017, ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia ke Rusia sudah menduduki peringkat kedua. Namun rupanya, bukan saat ini saja Indonesia menjadi pemasok sawit terbesar di Rusia. Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, hal ini sudah berlangsung bahkan sejak zaman pemerintahan presiden pertama RI, Soekarno.

“Sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di Rusia. “Indonesia menjamin sustainability, kesehatan dan kebersihan produk kelapa sawit,” ungkapnya seperti dikutip dari reportase Tempo.co, Sabtu (28/4).

Menteri Enggar kemudian melanjutkan, untuk meyakinkan rekan-rekan bisnis Rusia, pemerintah Indonesia mengundang pebisnis Rusia berkunjung ke Indonesia agar melihat sendiri bagaimana proses pengelolaan dan pengolahan industri kelapa sawit Indonesia, demikian seperti yang disiarkan oleh awak pers penyelenggara.

Selain itu, Indonesia juga telah secara konsisten menerapkan standar kelestarian dalam Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Contohnya seperti PT Triputra Agro Persada selaku salah satu perusahaan yang bergerak di bisnis perkebunan kelapa sawit dan karet. Dikutip dari situs rspo.org, perusahaan yang unit-unitnya tersebar di Sumatera dan Kalimantan ini telah menjadi anggota Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak 2007 lalu.

Perusahaan yang kini berusia 13 tahun tersebut memiliki misi yang kuat untuk mengembangkan kelapa sawit berkelanjutan, menciptakan peluang kerja dengan perlakuan yang sama bagi karyawan, meningkatkan standar hidup dalam pengembangan masyarakat, membangun hubungan yang erat dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta menjadi salah satu produsen minyak sawit tertinggi dalam negeri.

“Saya menghargai dengan telah berdirinya Aliansi Minyak Kelapa Sawit Indonesia Rusia yang bisa menjembatani berbagai kepentingan bisnis dan kesepahaman terhadap produk minyak kelapa sawit,” ujar Enggar.

Usaha ini sangat strategis mengingat berbagai produk kelapa sawit Indonesia tengah mendapat berbagai kritik dari negara-negara Eropa terkait isu kelestarian.

Wahid Supriyadi selaku Duta Besar Indonesia yang menyampaikan kata sambutan dalam acara tersebut meyakinkan bahwa produk kelapa sawit Indonesia tidak memiliki masalah dengan kelestarian. Pernyataan ini juga didukung oleh film pendek berjudul Healthy Oil, Healthy Life yang ditayangkan sebelum acara pertemuan bisnis tersebut.

Pertemuan bisnis ini juga dihadiri oleh beberapa produsen kelapa sawit Indonesia seperti Asian Agri, Sinar Mas, Wilmar. Mereka sudah menjadi salah satu dari sekian pengekspor utama minyak kelapa sawit ke Rusia.

Pertemuan bisnis ini juga diisi dengan diskusi-diskusi mendalam antara Indonesia dengan Rusia. Lebih lanjut, Menteri Enggar ikut mengundang pengusaha Rusia untuk hadir di berbagai acara promosi Indonesia yang digelar usai forum bisnis sawit ini, yakni Festival Indonesia di Hermitage Garden pada 4-6 Agustus. Foodcity sendiri merupakan ajang promosi permanen berbagai produk makanan dan minuman dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *