Industri Sawit Wujudkan #SaveEnvironment dengan Berbagai Langkah Nyata

Beberapa waktu belakangan ini, kampanye negatif kian menyerang industri kelapa sawit. Salah satunya yakni isu yang berkaitan dengan ancaman terhadap lingkungan. Pengawahutanan, penghilangan hutan, penggundulan hutan alias deforestasi merupakan kegiatan penebangan hutan atau tegakan pohon (stand of trees) sehingga lahannya dapat dialihgunakan untuk penggunaan nir-hutan (non-forest use), yakni pertanian, peternakan atau kawasan perkotaan. Hal ini merupakan isu yang paling utama yang harus dihadapi oleh industri sawit.

Selain itu, perluasan lahan untuk perkebunan kelapa sawit kerap dianggap mengancam habitat orangutan. Menjawab hal itu, Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky Widjaja memberikan penjelasan. Saat ini, perusahaan kelapa sawit skala besar di Indonesia makin banyak yang berkomitmen untuk mencegah deforestasi.

Pencegahan deforestasi itu diantaranya dengan meningkatkan produktivitas di kebun kelapa sawit melalui intensifikasi lahan. Demikian seperti dikutip dari reportase cnbcindonesia.com, Kamis (26/4).

Seiring dengan itu, mereka pada umumnya juga memberikan pendampingan kepada petani plasma dengan program intiplasma dan peremajaan sawit rakyat (PSR).

“Program PSR sendiri telah di-launching [diluncurkan] oleh Presiden Jokowi untuk 2 juta hektar lahan. Bagaimana yang 2 juta hektar ini bisa bertambah produksinya 3 ton per hektar, berarti 6 juta ton tambahannya untuk 1 juta petani,” beber Franky kepada awak media seusai pembukaan International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) di Nusa Dua, Bali, hari Rabu (25/04/2018).

Franky menyebutkan program intiplasma dan PSR dapat menghemat 1 juta ha lahan dari hutan.

“Kadin dan pemerintah mengajak semua stakeholders untuk partisipasi, peremajaan ini bisa ditingkatkan. Petani sejahtera, hemat lahan, produksi lahan, devisa nambah, serta bisa memenuhi ketahanan pangan dunia,” tuturnya.

Sementara berdasarkan laporan Borneo.co.id, sejak beberapa tahun lalu, salah satu pelaku bisnis sawit lainnya PT. Triputra Agro Persada Group, telah mencanangkan program Desa Bebas Kebakaran. Kelangsungan program tersebut juga dibarengi dengan dibentuknya Masyarakat Peduli Api (MPA) yang menjadi penggerak partisipasi masyarakat untuk pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunla).

Program tersebut merupakan wadah untuk pemerintah setempat, pelaku bisnis serta masyarakat lokal agar bekerja sama menjaga lingkungan. Sehingga diharapkan, program ini dapat membagi peran masing-masing untuk mencegah potensi kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu sebagai aksi nyata dari gerakan #saveenvironment yang kini tengah marak dikampanyekan di berbagai media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *