Pendidikan Vokasi Menjawab Kebutuhan Industri

Pada 19 April 2018 yang lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah menteri. Menteri yang ikut serta dalam rapat tersebut antara lain, Menteri Pendidikan dan Kebuyaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Yang menjadi agenda utama dari rapat koordinasi ini adalah untuk merumuskan penerapan peta jalan pendidikan vokasi atau sekolah kejuruan.

Upaya ini sejalan dengan yang diungkapkan CEO PT Triputra Agro Persada Group, Arif Rachmat. CEO dari perusahaan yang bergerak di bidang industri sawit ini menuturkan pada Warta Ekonomi bahwa kemampuan sumber daya manusia (SDM) sangat penting untuk didorong.

“Kalau mau kuat, Indonesia ujung-ujungnya harus kuat SDM-nya. Pendidikan vokasi salah satunya yang tepat menjawab kebutuhan industri. Saya terasa sekali di sawit, mencari orang itu susah sekali, baik itu pemanen, maupun mandor,” tutur Arif.

Dilaporkan Kompas, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pendidikan vokasi diharapkan dapat fokus pada enam sektor industri, yaitu manufaktur, agribisnis, pariwisata, kesehatan, pekerja migran dan ekonomi digital. Inti dari rapat koordinasi tersebut adalah pemerintah ingin benar-benar menyeimbangkan sisi supply dan demand dari tenaga kerja. Hanif mengatakan bahwa pemerintah ingin investasi melalui pendidikan dan pelatihan vokasi sesuai dengan kebutuhan di pasar di sektor yang sudah ada, yaitu enam sektor tersebut.

Salah satu kiat yang dilakukan oleh PT Triputra Agro Persada mendukung program pemerintah ini adalah dengan bekerja sama dengan Sekolah Vokasi UGM. Seperti yang dilansir dari situs Sekolah Vokasi UGM, kerjasama mereka dengan PT Triputra Agro Persada adalah dalam bidang magang bekerja.

Meski begitu, kerja sama ini nantinya tidak menutup kemungkinan untuk bidang pendidikan dan pengembangan riset. Bagi PT Triputra Agro Persada, kerja sama yang ditandatangani pada ini dijadikan kesempatan untuk mewujudkan link and match. Kerja sama yang ditandatangani pada bulan Maret 2018 ini dijadikan kesempatan untuk mewujudkan link and match. Diharapkan, kerja sama ini dapat membantu orang banyak yang mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *